Shahih Bukhari Hadits 1527 - Keringanan Meninggalkan Mabit di Mina untuk Tugas Mulia
Dispensasi Mabit Demi Melayani Kebutuhan Air Jamaah Haji
Shahih Bukhari : 1527
Shahih BukhariNomor Hadis 1527
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ اسْتَأْذَنَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِيَ مِنًى مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ فَأَذِنَ لَهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Al 'Abbas bin 'Abdul Muththalib radliyallahu 'anhuma meminta ijin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bermalam di Makkah selama malam-malam Mina untuk (melayani) menyediakan minum untuk Beliau, maka Beliau mengizinkannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyediakan air minum dan melayani kebutuhan jamaah haji merupakan tugas yang sangat mulia dan diutamakan dalam Islam.
- Diperbolehkan meninggalkan kewajiban bermalam (mabit) di Mina jika ada udzur syari atau tugas penting melayani umat.
- Setiap kebijakan yang menyelisihi aturan umum ibadah haji sebaiknya dikoordinasikan atau meminta izin kepada pemimpin rombongan.
