Shahih Bukhari Hadits 1548 - Larangan Puasa Jamaah Haji di Hari Arafah
Sikap Rasulullah Mengenai Puasa di Hari Arafah Bagi Jamaah Haji
Shahih Bukhari : 1548
Shahih BukhariNomor Hadis 1548
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا سَالِمٌ قَالَ سَمِعْتُ عُمَيْرًا مَوْلَى أُمِّ الْفَضْلِ عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ شَكَّ النَّاسُ يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ
Ummu Al Fadll Diriwayatkan dari:
Orang-orang ragu apakah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shaum pada hari 'Arafah. Maka aku utus seseorang membawakan minuman, lalu Beliau meminumnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan bagi jamaah haji untuk tidak berpuasa pada hari wukuf di Arafah agar tetap bertenaga secara fisik.
- Rasulullah memperlihatkan kepada umat bahwa beliau tidak berpuasa dengan cara meminum air secara terbuka.
- Mengklarifikasi kebingungan umat melalui sebuah tindakan nyata terkadang lebih cepat dipahami daripada ucapan kata.
