Shahih Bukhari Hadits 1643 - Istirahat di Al Muhashshab
Keseimbangan Beribadah dan Beristirahat ala Rasulullah
Shahih Bukhari : 1643
Shahih BukhariNomor Hadis 1643
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمُتَعَالِ بْنُ طَالِبٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ قَتَادَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ صَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ وَرَقَدَ رَقْدَةً بِالْمُحَصَّبِ ثُمَّ رَكِبَ إِلَى الْبَيْتِ فَطَافَ بِهِ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat Dhuhur, 'Ashar, Maghrib dan 'Isya' kemudian Beliau tidur sejenak di Al Muhashib (tempat melempar jumrah di Mina), lalu Beliau menunggang tunggangannya menuju ke Ka'bah Baitullah lalu thawaf di sana.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam tidak menganjurkan memaksakan diri dalam beribadah hingga mengabaikan hak istirahat tubuh.
- Tidur sejenak untuk memulihkan tenaga sebelum ibadah thawaf merupakan perbuatan yang dicontohkan Nabi.
- Penempatan jadwal ibadah shalat fardu selalu diutamakan dalam kondisi apa pun.
