Shahih Bukhari Hadits 1735 - Pembangunan Masjid Nabawi
Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi dan Ketulusan Bani Najjar
Shahih Bukhari : 1735
Shahih BukhariNomor Hadis 1735
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَأَمَرَ بِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا بَنِي النَّجَّارِ ثَامِنُونِي فَقَالُوا لَا نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلَّا إِلَى اللَّهِ فَأَمَرَ بِقُبُورِ الْمُشْرِكِينَ فَنُبِشَتْ ثُمَّ بِالْخِرَبِ فَسُوِّيَتْ وَبِالنَّخْلِ فَقُطِعَ فَصَفُّوا النَّخْلَ قِبْلَةَ الْمَسْجِدِ
Anas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah kemudian Beliau memerintahkan untuk membangun masjid lalu berkata: "Wahai Banu Najar, juallah kepadaku berapa harga (kebun kalian)". Mereka menjawab: "Kami tidak menjualnya kecuali kepada Allah". Maka Beliau memerintahkan quburan-quburan Kaum Musyrikin agar digali lalu bangunan-bangunannya dihancurkan kemudian diratakan dengan tanah dan memerintahkan pula agar pohon-pohon kurma ditebang lalu batang pepohonan itu dipasang bersusun untuk arah qiblat masjid.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyerahkan harta atau tanah untuk pembangunan masjid demi mengharap rida Allah adalah bentuk ketulusan iman yang sangat tinggi.
- Tanah yang sebelumnya terdapat kuburan lama milik orang musyrik atau bangunan runtuh boleh dibersihkan dan dialihfungsikan menjadi tempat ibadah.
- Memanfaatkan bahan bangunan sederhana yang tersedia di sekitar lokasi, seperti batang pohon kurma, merupakan contoh efisiensi yang ditunjukkan oleh Nabi.
