Shahih Bukhari Hadits 1778 - Masa Pemulihan Nabi di Kamar Atas Selama Sebulan
Momen Tenang Rasulullah Menyepi di Kamar Atas
Shahih Bukhari : 1778
Shahih BukhariNomor Hadis 1778
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ آلَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نِسَائِهِ وَكَانَتْ انْفَكَّتْ رِجْلُهُ فَأَقَامَ فِي مَشْرُبَةٍ تِسْعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً ثُمَّ نَزَلَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلَيْتَ شَهْرًا فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعًا وَعِشْرِينَ
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersumpah untuk tidak mendatangi para isteri Beliau dan kaki Beliau telah mengalami keletihan maka Beliau tinggal di tempat yang tinggi selama dua puluh sembilan hari lalu turun. Orang-orang berkata: "Wahai Rasulullah, anda telah bersumpah selama satu bulan." Maka Beliau bersabda: "Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad adalah sosok utusan yang tetap memiliki sisi fisik manusiawi seperti mengalami rasa letih atau cedera kaki.
- Beristirahat dan mengambil waktu luang untuk ketenangan batin sangat dimaklumi dalam kehidupan berumah tangga.
- Penetapan jumlah hari dalam sebuah bulan yang genap dua puluh sembilan malam kembali ditegaskan sebagai sesuatu yang normal.
- Nabi bersikap terbuka meluruskan pemahaman sahabat soal masalah lama waktu menghitung satu bulan.
