Shahih Bukhari Hadits 1777 - Kisah Nabi Menahan Diri Dari Istri Selama Sebulan
Klarifikasi Nabi Bahwa Satu Bulan Tidak Harus Genap Tiga Puluh
Shahih Bukhari : 1777
Shahih BukhariNomor Hadis 1777
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آلَى مِنْ نِسَائِهِ شَهْرًا فَلَمَّا مَضَى تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا غَدَا أَوْ رَاحَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّكَ حَلَفْتَ أَنْ لَا تَدْخُلَ شَهْرًا فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersumpah untuk tidak mendatangi para isteri Beliau selama satu bulan. Ketika telah melewati dua puluh sembilan hari, Beliau keluar untuk mendatangi mereka pada pagi hari atau siang hari. Lalu dikatakan kepada Beliau: "Engkau telah bersumpah untuk tidak mendatangi mereka selama sebulan." Maka Beliau bersabda: "Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penentuan umur bulan dalam sistem kalender Arab sah saja jatuh pada jumlah dua puluh sembilan hari.
- Seorang suami secara hukum agama diizinkan menjaga jarak dari istrinya untuk alasan evaluasi atau mendidik keluarga.
- Para sahabat punya kebiasaan baik untuk menanyakan langsung kepada Nabi apabila ada keputusan beliau yang terasa mengganjal.
- Tindakan Nabi yang selesai di hari dua puluh sembilan adalah bukti valid tentang ukuran kalender Hijriah.
