Shahih Bukhari Hadits 1787 - Jarak Ideal Antara Waktu Sahur dan Adzan Subuh
Ukuran Jarak Antara Sahur Nabi dan Datangnya Waktu Shalat
Shahih Bukhari : 1787
Shahih BukhariNomor Hadis 1787
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian Beliau pergi untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya: "Berapa lama antara adzan (Shubuh) dan sahur?" Dia menjawab: "Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad menunjukkan kebiasaan yang luar biasa yakni mengulur jadwal makan sahur sedekat mungkin ke arah tibanya fajar.
- Ada jarak jeda keselamatan antara selesai mulut mengunyah hingga suara azan berbunyi sebanyak hitungan membaca lima puluh ayat.
- Masa senggang singkat ini terbukti bermanfaat memberi waktu kita merapikan badan, gosok gigi, dan mengatur napas jelang menahan lapar.
- Sahabat terbiasa menggunakan ukuran lantunan ayat suci Al-Qur'an untuk menebak satuan ukuran lama waktu di zaman tersebut.
