Shahih Bukhari Hadits 1824 - Anjuran Puasa Asyura dan Mendidik Anak Berpuasa
Asal Mula Puasa Asyura dan Metode Lembut Mendidik Anak Berpuasa
Shahih Bukhari : 1824
Shahih BukhariNomor Hadis 1824
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَانَ عَنْ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الْأَنْصَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَليَصُمْ قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا وَنَجْعَلُ لَهُمْ اللُّعْبَةَ مِنْ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ
Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim utusan ke kampung Kaum Anshar pada siang hari 'Asyura (untuk menyampaikan): "Bahwa siapa yang tidak berpuasa sejak pagi hari maka dia harus menggantinya pada hari yang lain, dan siapa yang sudah berpuasa sejak pagi hari maka hendaklah dia melanjutkan puasanya."Dia (Ar Rubai' binti Mu'awwidz) berkata: Setelah itu kami selalu berpuasa dan kami juga mendidik anak-anak kecil kami untuk berpuasa dan kami sediakan untuk mereka semacam alat permainan terbuat dari bulu domba, apabila seorang dari mereka ada yang menangis meminta makan maka kami beri dia permainan itu. Demikianlah terus kami lakukan hingga tiba waktu berbuka.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukum dibenarkannya mensimulasikan puasa untuk anak di bawah umur mengandalkan pengalih fokus selayaknya boneka peraga.
- Ketetapan perintah darurat Nabi bagi umat mengontrol hawa nafsunya menyambut kebaikan sisa waktu di hari Asyura.
- Proses membiasakan si kecil mendekati perintah Tuhannya wajib bersanding paduan ragam kesabaran yang membumi.
