Shahih Bukhari Hadits 1827 - Batas Maksimal Menyambung Puasa Hanya Sampai Sahur
Kelonggaran Bagi Sahabat yang Ingin Menambah Durasi Puasa Wishal
Shahih Bukhari : 1827
Shahih BukhariNomor Hadis 1827
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَبَّابٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُوَاصِلُوا فَأَيُّكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُوَاصِلَ فَلْيُوَاصِلْ حَتَّى السَّحَرِ قَالُوا فَإِنَّكَ تُوَاصِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ إِنِّي أَبِيتُ لِي مُطْعِمٌ يُطْعِمُنِي وَسَاقٍ يَسْقِينِ
Abu Sa'id Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah menceritakan kepada saya [Al Laits] telah menceritakan kepada saya [Ibnu Al Hadi] dari ['Abdullah bin Khabbab] dari Abu Sa'id radliyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal, maka siapa dari kalian yang mau melakukan puasa wishal hendaklah dia melakukannya hingga (makan) sahur." Orang-orang berkata: "Bukankah anda sendiri melakukan puasa wishal, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang kalian karena saat aku tidur akan ada pemberi makan yang datang kepadaku lalu memberi aku makan dan datang pemberi minum lalu memberi aku minum."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jalan keluar penundaan buka puasa berstatus makruh namun dibatasi perpanjangannya hingga tak lewat momen makan sahur esok harinya.
- Menampilkan rupa ajaran Tuhan merawat akal pikiran dan melindungi keberlangsungan aset badan penyembahnya.
- Keutamaan Nabi berupa sokongan stamina penuh berkah manakala badan fisik Nabi tengah melepaskan penat.
