Shahih Bukhari Hadits 1835 - Penjelasan Puasa Sunnah Sepanjang Tahun
Penjelasan Ibnu Abbas Tentang Pola Puasa Sunnah Nabi
Shahih Bukhari : 1835
Shahih BukhariNomor Hadis 1835
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا صَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا كَامِلًا قَطُّ غَيْرَ رَمَضَانَ وَيَصُومُ حَتَّى يَقُولَ الْقَائِلُ لَا وَاللَّهِ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى يَقُولَ الْقَائِلُ لَا وَاللَّهِ لَا يَصُومُ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah sekalipun melaksanakan shaum sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan beliau seorang yang rajin puasa sehingga ada yang berkomentar: "Tidak, demi Allah, beliau belum pernah tidak shaum". Namun sering beliau juga tidak puasa sehingga ada seorang yang berkata: "Tidak, demi Allah, Beliau belum pernah shaum".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Puasa selama sebulan penuh hanya dikhususkan dan diwajibkan untuk bulan Ramadhan saja.
- Agama memberikan kelonggaran penuh dalam menjalankan puasa sunnah sesuai kenyamanan dan kesanggupan individu.
- Nabi Muhammad mencontohkan keseimbangan hidup dengan membagi waktu secara adil antara hari-hari berpuasa dan hari tidak berpuasa.
- Orang lain tidak perlu cepat mengambil kesimpulan atas rutinitas ibadah seseorang hanya dari pengamatan sesaat.
