Shahih Bukhari Hadits 1853 - Puasa Haji Arafah
Hadits Puasa Arafah Bagi Jemaah Haji: Kisah Susu dari Maimunah
Shahih Bukhari : 1853
Shahih BukhariNomor Hadis 1853
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَوْ قُرِئَ عَلَيْهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِي صِيَامِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلَابٍ وَهُوَ وَاقِفٌ فِي الْمَوْقِفِ فَشَرِبَ مِنْهُ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ
Maimunah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] atau dibacakan kepadanya, dia berkata: telah mengabarkan kepada saya ['Amru] dari [Bukair] dari [Kuraib] dari Maymunah radliyallahu 'anha bahwaOrang-orang ragu tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari 'Arafah, lalu ia mengirim susu kepada Beliau yang sedang wukuf di Arafah, maka Beliau meminumnya sementara orang-orang melihatnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak dianjurkan bagi orang yang berhaji untuk berpuasa pada hari Arafah.
- Tindakan Rasulullah meminum susu menjadi panduan langsung yang menghilangkan keraguan umat.
- Peran penting keluarga dalam mendukung penyebaran dan pemahaman ilmu agama di tengah masyarakat.
