Shahih Bukhari Hadits 1870 - Sejarah Pelaksanaan Shalat Tarawih Ramadhan
Sejarah dan Pelestarian Tradisi Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan
Shahih Bukhari : 1870
Shahih BukhariNomor Hadis 1870
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ كَانَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa yang menegakkan Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya".Ibnu Syihab berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, namun orang-orang terus melestarikan tradisi menegakkan malam Ramadhan (secara bersama, jamaah), keadaan tersebut terus berlanjut hingga zaman kekhilafahan Abu Bakar dan awal-awal kekhilafahan 'Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhuma.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keutamaan shalat malam Ramadhan tetap berlaku dan sangat dijaga kelestariannya oleh para sahabat setelah wafatnya Nabi.
- Mengamalkan ibadah secara rutin dan melestarikannya di tengah masyarakat adalah sebuah kebiasaan yang baik dalam Islam.
- Menghidupkan malam Ramadhan dapat mendatangkan ampunan dosa bila dikerjakan penuh keimanan dan keikhlasan.
