Shahih Bukhari Hadits 1881 - Menghitung Sisa Waktu Pencarian Lailatul Qadar
Panduan Menghitung Tanggal Lailatul Qadar Berdasarkan Sisa Ramadhan
Shahih Bukhari : 1881
Shahih BukhariNomor Hadis 1881
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى تَابَعَهُ عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ أَيُّوبَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari ['Ikrimah] dari Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. berkata: telah mengabarkan kepada saya bapakku dari 'Aisyah radliyallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadlan, pada sisa malam kesembilan, pada yang ketujuh, pada yang kelima."Hadits ini dikuatkan pula oleh ['Abdul Wahhab] dari [Ayyub].
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memperhatikan sisa hitungan hari menuju akhir Ramadhan dapat meningkatkan motivasi kita dalam beribadah.
- Malam-malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan tetap menjadi titik prioritas untuk melakukan ibadah secara maksimal.
- Umat Islam diajak untuk tidak menunda-nunda kebaikan dan ketaatan sebelum waktu yang mulia ini benar-benar berakhir.
