Shahih Bukhari Hadits 1882 - Petunjuk Rasulullah Tentang Tanggal Lailatul Qadar
Fleksibilitas Waktu Pencarian Lailatul Qadar Menurut Petunjuk Hadits
Shahih Bukhari : 1882
Shahih BukhariNomor Hadis 1882
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ وَعِكْرِمَةَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ هِيَ فِي تِسْعٍ يَمْضِينَ أَوْ فِي سَبْعٍ يَبْقَيْنَ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ خَالِدٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ الْتَمِسُوا فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Dia terjadi pada sepuluh malam terakhir, juga pada sembilan hari yang terakhir atau pada yang ketujuh, yaitu terjadinya Lailatul Qadar."Dan dari [Khalid] dari ['Ikrimah] dari Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma: "Carilah pada malam kedua puluh empat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Lailatul Qadar bisa saja jatuh pada malam ganjil maupun malam genap, tergantung pada keakuratan jatuhnya awal bulan puasa.
- Perbedaan pendapat dalam perhitungan hari merupakan hal wajar yang seharusnya memacu semangat beribadah lebih konsisten.
- Pilihan paling aman untuk mendapatkan pahala besar adalah dengan tidak absen menghidupkan qiyamul lail di semua malam terakhir.
