Shahih Bukhari Hadits 1884 - Ibadah Totalitas Nabi di Penghujung Ramadhan

Kesungguhan dan Totalitas Ibadah Rasulullah di Akhir Ramadhan

Shahih BukhariNomor Hadis 1884

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadlan), Beliau mengencangkan sarung Beliau, menghidupkan malamnya dengan ber'ibadah dan membangunkan keluarga Beliau.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Umat Islam sepatutnya mengurangi porsi urusan duniawi demi mendapatkan fokus maksimal dalam beribadah di penghujung puasa.
  • Sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak shalat dan lantunan doa yang khusyuk.
  • Seorang pemimpin keluarga harus peduli terhadap ibadah anak istrinya dengan cara membangunkan mereka di waktu-waktu mustajab.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami