Shahih Bukhari Hadits 1896 - I'tikaf Istihadhah
Bolehkah Wanita Istihadhah Mengikuti I'tikaf di Masjid?
Shahih Bukhari : 1896
Shahih BukhariNomor Hadis 1896
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ مُسْتَحَاضَةٌ فَكَانَتْ تَرَى الْحُمْرَةَ وَالصُّفْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّي
Aisyah Diriwayatkan dari:
Ada seorang dari isteri-isteri Beliau yang ikut beri'tikaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan mengalami istihadlah. 'Aisyah radliyallahu 'anha melihat ada darah berwarna merah dan kekuningan sedangkan di bawahnya diletakkan baskom sementara dia mengerjakan shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wanita yang mengalami istihadhah hukumnya tetap wajib shalat dan boleh beri'tikaf.
- Istihadhah berbeda dengan haid, sehingga tidak melarang seseorang dari memasuki dan berdiam di masjid.
- Pentingnya mengambil langkah pencegahan, seperti menggunakan penampung, agar lingkungan masjid tetap bersih dari najis.
