Shahih Bukhari Hadits 1897 - Menjaga Prasangka
Mencegah Prasangka Buruk: Etika Nabi Saat Bersama Istrinya di Malam Hari
Shahih Bukhari : 1897
Shahih BukhariNomor Hadis 1897
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ صَفِيَّةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ ح حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ وَعِنْدَهُ أَزْوَاجُهُ فَرُحْنَ فَقَالَ لِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ لَا تَعْجَلِي حَتَّى أَنْصَرِفَ مَعَكِ وَكَانَ بَيْتُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهَا فَلَقِيَهُ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَنَظَرَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَجَازَا وَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَالَيَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُلْقِيَ فِي أَنْفُسِكُمَا شَيْئًا
Shafiyah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Ufair] berkata: telah menceritakan kepada saya [Al Laits] berkata: telah menceritakan kepada saya ['Abdurrahman bin Khalid] dari [Ibnu Syihab] dari 'Ali bin Al Husain radliyallahu 'anhuma bahwa [Shafiyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepadanya. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhriy] dari 'Ali bin Al Husain:Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada di dalam masjid sedangkan isteri-isteri Beliau bersama Beliau dalam keadaan bergembira. Beliau berkata kepada Shafiyyah binti Huyyay: "Janganlah kamu tergesa-gesa hendak pulang, tunggulah hingga aku keluar bersamamu." Rumah Shafiyyah berada di perkampungan Usamah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar bersama Shafiyah.Kemudian di jalan ada dua orang dari Kaum Anshar yang berjumpa dengan Beliau lalu keduanya memandang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sesaat lalu keduanya meneruskan perjalanannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada keduanya: "Kemarilah kalian, ini adalah Shafiyyah binti Huyay". Maka keduanya berkata: "Maha suci Allah, wahai Rasulullah." Lalu Beliau berkata: "Sesungguhnya setan berjalan pada diri manusia lewat aliran darah dan aku khawatir telah timbul suatu perasaan pada diri kalian berdua."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk memberikan penjelasan atau tabayyun agar tidak muncul prasangka buruk.
- Seorang pemimpin atau tokoh masyarakat harus menjaga kehormatan dirinya dari segala macam bentuk fitnah.
- Setan terus berupaya merusak hati manusia dengan menyisipkan keraguan yang sangat halus.
