Shahih Bukhari Hadits 1917 - Ujian Saat Shalat
Adab Menghadiri Shalat Jumat dan Ujian Keduniaan
Shahih Bukhari : 1917
Shahih BukhariNomor Hadis 1917
حَدَّثَنَا طَلْقُ بْنُ غَنَّامٍ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ سَالِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي جَابِرٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَتْ مِنْ الشَّأْمِ عِيرٌ تَحْمِلُ طَعَامًا فَالْتَفَتُوا إِلَيْهَا حَتَّى مَا بَقِيَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا فَنَزَلَتْ { وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا }
Jabir Diriwayatkan dari:
Ketika kami sedang shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datang rombongan dagang dari negeri Syam yang membawa makanan. Maka orang-orang melirik (dan berhamburan pergi) mendatangi rombongan tersebut, hingga tidak ada orang yang tersisa bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali hanya dua belas orang.Maka turunlah ayat {WA IDZAA RA-AW TIJAARATAN AW LAHWAN FADHDHUU ILAIHAA} (Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, maka mereka bubar untuk menuju kepadanya) (Al Jumu'ah: 12).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Urusan ibadah harus selalu diutamakan dibandingkan dengan mengejar keuntungan duniawi.
- Kejadian ini menunjukkan bahwa para sahabat di awal Islam juga berproses dan pernah melakukan kesalahan yang kemudian ditegur oleh Allah.
- Meninggalkan khutbah atau barisan shalat tanpa alasan yang darurat adalah tindakan yang sangat tidak pantas.
