Shahih Bukhari Hadits 1926 - Menggadaikan Barang
Hukum Menggadaikan Barang Menurut Islam
Shahih Bukhari : 1926
Shahih BukhariNomor Hadis 1926
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ ذَكَرْنَا عِنْدَ إِبْرَاهِيمَ الرَّهْنَ فِي السَّلَمِ فَقَالَ حَدَّثَنِي الْأَسْوَدُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِيٍّ إِلَى أَجَلٍ وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ
Al A'masy Diriwayatkan dari:
Kami membicarakan tentang gadai dalam jual beli kredit (Salam) di hadapan [Ibrahim] maka dia berkata: telah menceritakan kepada saya [Al Aswad] dari 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi yang akan dibayar Beliau pada waktu tertentu di kemudian hari dan Beliau menjaminkannya (gadai) dengan baju besi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Boleh melakukan jual beli secara kredit atau berhutang selama waktu pelunasannya sudah disepakati di awal.
- Menjaminkan suatu barang berharga saat berhutang adalah hal yang disyariatkan untuk menjaga kepercayaan antar pihak.
- Islam memperbolehkan umatnya untuk melakukan transaksi jual beli dengan orang di luar Islam, seperti orang Yahudi, asalkan barang dan aturannya halal.
