Shahih Bukhari Hadits 1925 - Keutamaan Silaturahim
Keutamaan Silaturahim untuk Rezeki dan Umur Panjang
Shahih Bukhari : 1925
Shahih BukhariNomor Hadis 1925
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ حَدَّثَنَا حَسَّانُ حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Siapa yang ingin diluaskan rizqinya atau meninggalkan nama sebagai orang baik setelah kematiannya hendaklah dia menyambung silaturrahim."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyambung tali persaudaraan adalah salah satu cara yang paling diajarkan Nabi untuk membuka pintu rezeki.
- Kebaikan yang kita tanam lewat silaturahim akan membuat nama kita terus didoakan orang meskipun kita telah wafat.
- Memutus hubungan dengan keluarga atau kerabat adalah hal yang bisa menghambat datangnya keberkahan hidup.
