Shahih Bukhari Hadits 1937 - Kejujuran Bisnis
Kejujuran Adalah Kunci Datangnya Keberkahan Jual Beli
Shahih Bukhari : 1937
Shahih BukhariNomor Hadis 1937
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ رَفَعَهُ إِلَى حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
Hakim bin Hizam Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah." Atau sabda Beliau: "hingga keduanya berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penjual dan pembeli berhak membatalkan transaksi selama mereka masih berada di satu tempat dan belum berpisah.
- Menjelaskan kondisi barang dagangan dengan jujur adalah syarat utama mendapatkan rezeki yang berkah.
- Berbohong atau menyembunyikan kejelekan barang dagangan justru akan mendatangkan kerugian dan menghapus keberkahan.
