Shahih Bukhari Hadits 1938 - Larangan Riba Fadhl
Aturan Barter Barang Sejenis dan Larangan Riba Fadhl
Shahih Bukhari : 1938
Shahih BukhariNomor Hadis 1938
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا نُرْزَقُ تَمْرَ الْجَمْعِ وَهُوَ الْخِلْطُ مِنْ التَّمْرِ وَكُنَّا نَبِيعُ صَاعَيْنِ بِصَاعٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَاعَيْنِ بِصَاعٍ وَلَا دِرْهَمَيْنِ بِدِرْهَمٍ
Abu Sa'id Diriwayatkan dari:
Kami diberikan kurma yang bercampur (antara yang baik dan yang jelek) dan kami menjual dua sha' dengan satu sha'. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh menjual dua sha' dibayar satu sha' dan dua dirham dengan satu dirham."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menukar barang sejenis (seperti kurma dengan kurma) wajib dilakukan dengan takaran yang sama berat, tanpa ada kelebihan sedikitpun.
- Perbedaan kualitas barang tidak boleh dijadikan alasan untuk menukar barang sejenis dengan takaran yang berbeda.
- Umat Islam dituntut untuk sangat teliti dan hati-hati dalam transaksi barter agar terhindar dari dosa riba.
