Shahih Bukhari Hadits 1956 - Berdagang di Musim Haji
Hukum Berdagang di Musim Haji Menurut Penjelasan Ibnu Abbas
Shahih Bukhari : 1956
Shahih BukhariNomor Hadis 1956
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَتْ عُكَاظٌ وَمَجَنَّةُ وَذُو الْمَجَازِ أَسْوَاقًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَلَمَّا كَانَ الْإِسْلَامُ تَأَثَّمُوا مِنْ التِّجَارَةِ فِيهَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ { لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ } فِي مَوَاسِمِ الْحَجِّ قَرَأَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَذَا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
'Ukazh, Majannah dan Dzul Majaz adalah nama-nama pasar di zaman Jahiliyyah. Ketika Islam datang mereka seakan merasa berdosa bila tetap berdagang di pasar-pasar tersebut.Maka Allah menurunkan ayat {LAISA 'ALAIKUM JUNAAHUN AN TABTAGHUU FADHLAN MIN RABBIKUM} (Tidak ada dosa bagi kalian jika mencari karunia rizqi Rabb kalian). (Al Baqarah: 198)Ini dilakukan selama musim hajji, menurut pendapat Ibnu 'Abbas.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam adalah agama yang memudahkan umatnya dan tidak melarang mereka untuk mencari rezeki yang halal kapan saja.
- Berdagang atau melakukan urusan bisnis saat melaksanakan ibadah haji hukumnya diperbolehkan dan sama sekali bukan sebuah dosa.
- Menggabungkan niat ibadah wajib dengan urusan mencari nafkah yang halal diperbolehkan selama tidak melalaikan tata cara ibadah tersebut.
