Shahih Bukhari Hadits 1977 - Aturan Pemakaian Kuniyah
Mengapa Sahabat Dilarang Memakai Julukan Abul Qasim?
Shahih Bukhari : 1977
Shahih BukhariNomor Hadis 1977
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السُّوقِ فَقَالَ رَجُلٌ يَا أَبَا الْقَاسِمِ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّمَا دَعَوْتُ هَذَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berada dalam suatu pasar tiba-tiba ada seorang lelaki yang memanggil Beliau: "Wahai Abu Al Qasim!" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh kepada orang itu lalu dia berkata: "Aku yang memanggil dengan panggilan tadi." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Namailah dengan namaku dan jangan menamai dengan nama kuniyahku (panggilan atau julukan)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam diperbolehkan menggunakan nama Muhammad untuk anak-anak mereka.
- Terdapat larangan memanggil dengan julukan Abul Qasim semasa Nabi hidup.
- Menjaga adab panggilan di ruang publik penting agar tidak terjadi salah paham.
