Shahih Bukhari Hadits 1978 - Menjaga Kehormatan Nabi

Adab Sosial dalam Memanggil Nama di Tempat Umum

Shahih BukhariNomor Hadis 1978

حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعَا رَجُلٌ بِالبَقِيعِ يَا أَبَا الْقَاسِمِ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَمْ أَعْنِكَ قَالَ سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي

Anas Diriwayatkan dari:

Ada seorang lelaki di Baqi' yang memanggil: "Wahai Abu Al Qasim!" Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh kepada orang itu lalu dia berkata: "Bukan anda yang aku panggil." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Namailah dengan namaku dan jangan menamai dengan nama kuniyahku (panggilan atau julukan)."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Menjaga kehormatan Nabi Muhammad adalah sebuah kewajiban bagi seluruh sahabat.
  • Larangan pemakaian kuniyah Abul Qasim bertujuan menghindari kebingungan identitas.
  • Aturan sosial dalam Islam diciptakan untuk menciptakan ketertiban bermasyarakat.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami