Shahih Bukhari Hadits 2005 - Mengembalikan Kambing yang Susunya Sengaja Ditahan (Tasriyah)
Hukum Kambing Tasriyah dan Larangan Mencegat Pedagang
Shahih Bukhari : 2005
Shahih BukhariNomor Hadis 2005
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ اشْتَرَى شَاةً مُحَفَّلَةً فَرَدَّهَا فَلْيَرُدَّ مَعَهَا صَاعًا مِنْ تَمْرٍ وَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُلَقَّى الْبُيُوعُ
Abdullah bin Mas'ud Diriwayatkan dari:
Siapa yang membeli kambing yang ditahan susunya lalu dia membatalkannya maka hendaklah dia mengembalikan kambing tersebut beserta satu sha' kurma. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyongsong dagangan (diluar pasar).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Barang cacat akibat manipulasi penjual boleh dikembalikan dengan pemberian kompensasi ganti rugi yang adil.
- Mencegat pedagang di luar area pasar utama dilarang keras karena mencegah persaingan harga yang sehat.
- Para pedagang pendatang harus diberi kebebasan melihat harga riil di pasar agar tidak mengalami kerugian.
