Shahih Bukhari Hadits 2043 - Keringanan Taksiran Ariyyah
Penjelasan Ulama Mengenai Definisi dan Taksiran Ariyyah
Shahih Bukhari : 2043
Shahih BukhariNomor Hadis 2043
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْعَرَايَا أَنْ تُبَاعَ بِخَرْصِهَا كَيْلًا قَالَ مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ وَالْعَرَايَا نَخَلَاتٌ مَعْلُومَاتٌ تَأْتِيهَا فَتَشْتَرِيهَا
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi keringanan pada 'ariyah yang dijual dengan cara taksiran timbangan (berat).Berkata Musa bin 'Uqbah: Dan yang dimaksud jual beli 'ariyyah adalah kurma-kurma yang sudah dikenal lalu kamu datang untuk membelinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keringanan taksiran ariyyah harus dilakukan berdasarkan perkiraan timbangan yang adil dan disepakati.
- Pohon kurma yang ditransaksikan dalam sistem ariyyah haruslah pohon yang sudah diketahui dan dikenal kondisinya.
- Pembeli harus secara langsung mendatangi dan mengetahui pohon kurma tersebut sebelum membelinya.
