Shahih Bukhari Hadits 2051 - Aturan Hak Buah Kurma saat Pohon Dijual
Siapa Pemilik Buah Kurma Jika Pohonnya Dijual?
Shahih Bukhari : 2051
Shahih BukhariNomor Hadis 2051
قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ و قَالَ لِي إِبْرَاهِيمُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي مُلَيْكَةَ يُخْبِرُ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ أَيُّمَا نَخْلٍ بِيعَتْ قَدْ أُبِّرَتْ لَمْ يُذْكَرْ الثَّمَرُ فَالثَّمَرُ لِلَّذِي أَبَّرَهَا وَكَذَلِكَ الْعَبْدُ وَالْحَرْثُ سَمَّى لَهُ نَافِعٌ هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَ
Nafi' Diriwayatkan dari:
Pohon kurma mana saja yang telah dikawinkan lalu dijual namun tidak disebutkan sebagai buah (yang dijual) maka buahnya nanti menjadi hak orang yang mengawinkannya. Begitu juga budak dan kebun. Nafi' menamakannya sebagai tiga hal yang sama ketentuannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hak panen atas pohon yang dijual tetap dipegang oleh penjual jika pohon tersebut sudah dikawinkan sebelumnya.
- Setiap syarat khusus dalam jual beli harus disepakati secara terbuka di awal akad.
- Syariat selalu menghargai dan melindungi hasil jerih payah keringat penjual yang telah mengurus tanamannya.
