Shahih Bukhari Hadits 2131 - Bahaya Meninggalkan Utang Tanpa Penyelesaian
Beratnya Tanggungan Utang Jenazah dalam Syariat Islam
Shahih Bukhari : 2131
Shahih BukhariNomor Hadis 2131
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا لَا فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ
Salamah bin Al Akwa' Diriwayatkan dari:
Dihadirkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam satu jenazah agar dishalatkan. Maka Beliau bertanya: "Apakah orang ini punya hutang?" Mereka berkata: "Tidak." Maka Beliau menshalatkan jenazah tersebut. Kemudian didatangkan lagi jenazah lain kepada Beliau, maka Beliau bertanya kembali: "Apakah orang ini punya hutang?" Mereka menjawab: "Ya." Maka Beliau bersabda: "Shalatilah saudaramu ini." Abu Qatadah berkata: "Wahai Rasulullah, aku yang akan menanggung hutangnya." Maka Beliau menshalatkan jenazah itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bahaya meninggalkan utang di dunia tanpa ada yang melunasi.
- Anjuran untuk segera membayar utang jenazah agar perjalanannya tenang.
- Bolehnya seseorang mengambil alih tanggungan utang saudaranya yang wafat.
