Shahih Bukhari Hadits 2146 - Aturan Mengelola Harta Wakaf dan Sedekah
Panduan Islam dalam Mengurus Harta Amanah Umat dan Wakaf
Shahih Bukhari : 2146
Shahih BukhariNomor Hadis 2146
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو قَالَ فِي صَدَقَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْسَ عَلَى الْوَلِيِّ جُنَاحٌ أَنْ يَأْكُلَ وَيُؤْكِلَ صَدِيقًا لَهُ غَيْرَ مُتَأَثِّلٍ مَالًا فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ هُوَ يَلِي صَدَقَةَ عُمَرَ يُهْدِي لِنَاسٍ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ كَانَ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ
'Amru Diriwayatkan dari:
Tentang shadaqahnya 'Umar radliyallahu 'anhu: "Tidak ada dosa bagi seorang wali untuk memakannya dan memberi makan temannya kecuali orang yang mengambil harta anak yatim ke dalam hartanya."Kemudian [Ibnu 'Umar] meneruskan shadaqahnya 'Umar yaitu memberikannya kepada orang-orang dari penduduk Makkah yang singgah kepada mereka.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pengelola wakaf berhak mengambil imbalan sewajarnya untuk kebutuhan dasar.
- Larangan keras menyalahgunakan amanah untuk menumpuk harta pribadi.
- Anjuran mendistribusikan harta umat untuk membantu fakir miskin dan pendatang.
