Shahih Bukhari Hadits 2185 - Ancaman Sumpah Palsu Demi Harta
Bahaya Sumpah Palsu untuk Mengambil Hak Orang Lain
Shahih Bukhari : 2185
Shahih BukhariNomor Hadis 2185
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ عَلَيْهَا فَاجِرٌ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا } الْآيَةَ فَجَاءَ الْأَشْعَثُ فَقَالَ مَا حَدَّثَكُمْ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِيَّ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ كَانَتْ لِي بِئْرٌ فِي أَرْضِ ابْنِ عَمٍّ لِي فَقَالَ لِي شُهُودَكَ قُلْتُ مَا لِي شُهُودٌ قَالَ فَيَمِينُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذًا يَحْلِفَ فَذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا الْحَدِيثَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ذَلِكَ تَصْدِيقًا لَهُ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa bersumpah yang dengan sumpahnya itu dia bermaksud mengambil harta seorang Muslim maka dia telah berbuat kedurhakaan dan akan bertemu dengan Allah sedangkan Allah murka kepadanya."Maka turunlah firman Allah ta'ala {INNAL LADZIINA YASYTARUUNA BI 'AHDILLAAHI WA AIMAANIHIM TSAMANAN QALIILAN} (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) (Alu 'Imran: 77).Maka datang [Al Asy'ats] seraya berkata: "Apa yang Abu 'Abdurrahman katakan kepada kalian sehubungan dengan turunnya ayat ini? Aku dahulu memiliki sumur yang berada di rumah anak pamanku." Beliau berkata kepadaku: "Siapa yang menjadi saksi atas ucapanmu ini?" Aku menjawab: "Aku tidak punya saksi." Beliau berkata: "Maka dia harus bersumpah." Aku katakan: "Wahai Rasulullah, kalau begitu dia pasti akan bersumpah." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan hadits ini lalu turunlah ayat ini sebagai pembenaran atasnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bersumpah palsu atas nama Allah untuk memenangkan kasus peradilan adalah dosa besar yang memancing murka Allah.
- Sistem peradilan Islam menggunakan saksi dari pihak penuntut, dan sumpah dari pihak tergugat jika tidak ada bukti.
- Jangan pernah mengambil hak atau harta orang lain secara zalim, meskipun menang di pengadilan dunia.
