Shahih Bukhari Hadits 2310 - Etika Berbagi Makanan Saat Krisis
Etika Berbagi Makanan Saat Musim Paceklik: Pesan Ibnu Umar
Shahih Bukhari : 2310
Shahih BukhariNomor Hadis 2310
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَبَلَةَ قَالَ كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَأَصَابَتْنَا سَنَةٌ فَكَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَرْزُقُنَا التَّمْرَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَمُرُّ بِنَا فَيَقُولُ لَا تَقْرُنُوا فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْإِقْرَانِ إِلَّا أَنْ يَسْتَأْذِنَ الرَّجُلُ مِنْكُمْ أَخَاهُ
Jabalah Diriwayatkan dari:
Ketika di Madinah saat kami tertimpa paceklik, Ibnu Az Zubair adalah orang yang memberi kami kurma. Suatu saat [Ibnu 'Umar] lewat di hadapan kami, maka dia berkata: "Janganlah kalian makan dua butir secara sekaligus, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang memakan dua butir kurma sekaligus kecuali bila seorang dari kalian meminta izin saudaranya terlebih dahulu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aksi tegur sapa menasehati teman secara bijak amat diperlukan kala mereka abai soal hak-hak saudaranya.
- Kewajiban menghidupkan tradisi belas kasih dalam menahan makanan lebih kala masyarakat sedang kekurangan logistik secara umum.
- Menghargai pesan nabi soal batasan mengambil kurma adalah wujud mematikan api serakah pada perut dan menumbuhkan solidaritas.
