Shahih Bukhari Hadits 2337 - Kewajiban Menebus Sisa Harga Budak
Hadits Tentang Tanggung Jawab Melunasi Kemerdekaan Budak Kongsi
Shahih Bukhari : 2337
Shahih BukhariNomor Hadis 2337
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ عَبْدًا بَيْنَ اثْنَيْنِ فَإِنْ كَانَ مُوسِرًا قُوِّمَ عَلَيْهِ ثُمَّ يُعْتَقُ
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Salim] dari bapaknya radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Siapa yang membebaskan seorang budak yang dimiliki dua orang secara berserikat, maka apabila ada kelapangan hendaklah budak itu ditaksir harganya secara adil lantas dibebankan kepadanya, lantas si budak dibebaskan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seseorang yang membebaskan budak milik bersama dan memiliki kecukupan harta wajib melunasi sisa harganya secara penuh.
- Harga tebusan untuk budak harus ditaksir dengan menggunakan standar nilai yang adil agar tidak merugikan mitra kepemilikan saham budak tersebut.
- Islam tidak membiarkan status perbudakan menggantung, melainkan diarahkan pada penyelesaian kemerdekaan secara utuh jika syarat mampu terpenuhi.
