Shahih Bukhari Hadits 2366 - Adab Memanggil Pelayan dan Hamba Sahaya
Adab dan Etika Memanggil Hamba Sahaya dalam Islam
Shahih Bukhari : 2366
Shahih BukhariNomor Hadis 2366
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ أَطْعِمْ رَبَّكَ وَضِّئْ رَبَّكَ اسْقِ رَبَّكَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي مَوْلَايَ وَلَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ عَبْدِي أَمَتِي وَلْيَقُلْ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَغُلَامِي
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda:"Janganlah seorang dari kalian memerintahkan (budaknya) dengan kalimat: Hidangkanlah makanan untuk rabb kamu, wudhukanlah rabbmu, sajikanlah minuman untuk rabbmu tapi hendaklah dia berkata dengan kalimat sayyidku, maulaku (pemeliharaku). Dan janganlah seorang dari kalian mengatakan 'abdiy (budak laki-laki ku), atau amatiy (budak perempuan ku) tapi katakanlah: fataya (pemudaku), fatati (pemudiku) dan ghulami (ghulamku)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang menyebut majikan atau atasan dengan kata 'Rabb' agar tidak menodai kemurnian tauhid.
- Dilarang memanggil pekerja dengan sebutan 'hambaku', melainkan gunakan panggilan yang lebih sopan seperti 'pemudaku'.
- Islam sangat memperhatikan adab berkomunikasi yang menghargai status dan perasaan bawahan.
