Shahih Bukhari Hadits 2424 - Sifat Pemaaf Nabi dan Bukti Kenabian
Kisah Wanita Yahudi yang Meracuni Makanan Nabi Muhammad
Shahih Bukhari : 2424
Shahih BukhariNomor Hadis 2424
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ يَهُودِيَّةً أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَجِيءَ بِهَا فَقِيلَ أَلَا نَقْتُلُهَا قَالَ لَا فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِي لَهَوَاتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Ada seorang wanita Yahudi yang datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing yang telah diracun lalu Beliau memakannya. Kemudian wanita itu diringkus dengan bukti daging tersebut dan dikatakan: "Tidak sebaiknyakah kita bunuh saja?" Beliau menjawab: "Jangan!" Sejak itu aku senantiasa melihat bekas racun tersebut pada anak lidah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad memiliki akhlak yang sangat mulia dengan memaafkan musuh yang berniat membunuhnya.
- Allah selalu memberikan perlindungan kepada Rasul-Nya dari tipu daya musuh.
- Nabi juga mengalami penderitaan fisik seperti manusia biasa, sebagai tanda ujian dan kemuliaan dari Allah.
