Shahih Bukhari Hadits 2451 - Larangan Menikahi Putri Saudara Sepersusuan
Putri Saudara Sepersusuan Diharamkan untuk Dinikahi
Shahih Bukhari : 2451
Shahih BukhariNomor Hadis 2451
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بِنْتِ حَمْزَةَ لَا تَحِلُّ لِي يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ هِيَ بِنْتُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata tentang putri Hamzah: "Dia tidak halal bagiku karena apa yang diharamkan karena sepersusuan sama diharamkan karena keturunan sedangkan dia adalah putri dari saudaraku sepersusuan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aturan agama secara mutlak melarang seorang muslim untuk menikahi putri atau keponakan yang berasal dari garis keturunan saudara sepersusuannya.
- Syariat Islam memiliki aturan berlapis untuk menjaga kehormatan, memelihara kelurusan nasab, serta memastikan kemurnian interaksi keluarga.
- Semua bentuk perantara hubungan yang menciptakan status mahram melalui pertalian darah keturunan secara otomatis diadopsi dalam aturan keluarga persusuan.
