Shahih Bukhari Hadits 2518 - Bagi Hasil
Kerjasama Pengelolaan Kebun Kurma Antara Muhajirin dan Ansar
Shahih Bukhari : 2518
Shahih BukhariNomor Hadis 2518
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَتْ الْأَنْصَارُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْسِمْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا النَّخِيلَ قَالَ لَا فَقَالَ تَكْفُونَا الْمَئُونَةَ وَنُشْرِكْكُمْ فِي الثَّمَرَةِ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Kaum Anshar berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Bagilah untuk kami dan saudara-saudara kami kebun kurma ini." Beliau bersabda: "Tidak." Lalu Beliau bersabda: "Kalian cukup memberikan kepada kami pekerjaan untuk mengurus kebun kurma tersebut lalu kami mendapat bagian dari hasil buahnya." Mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam mendidik umatnya untuk bekerja keras, mandiri, dan tidak membiasakan diri hidup mengandalkan pemberian orang lain.
- Sistem kerjasama bagi hasil lahan atau pertanian sangat dianjurkan untuk membuka lapangan pekerjaan dan menguntungkan kedua belah pihak.
- Kerelaan kaum Ansar dan semangat ketaatan kaum Muhajirin menunjukkan kokohnya ukhuwah Islamiyah di masa lampau.
