Shahih Bukhari Hadits 2741 - Keutamaan Kehidupan Akhirat dalam Jihad
Balasan Syair Nabi Saat Perang Khandaq Tentang Kehidupan Akhirat
Shahih Bukhari : 2741
Shahih BukhariNomor Hadis 2741
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَتْ الْأَنْصَارُ يَوْمَ الْخَنْدَقِ تَقُولُ نَحْنُ الَّذِينَ بَايَعُوا مُحَمَّدَا عَلَى الْجِهَادِ مَا حَيِينَا أَبَدَا فَأَجَابَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَهْ فَأَكْرِمْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
Anas Diriwayatkan dari:
Pada perang Al Khandaq, orang-orang Anshar bersya'ir: "Kami adalah orang-orang yang berbai'at kepada Muhammad. Untuk terus berjihad selama kami hidup". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyambut sya'ir mereka dengan bersya'ir: "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang sesungguhnya melainkan kehidupan akhirat. Maka muliakanlah Anshar dan Muhajirin."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kehidupan di dunia hanyalah ujian sementara, kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya dan abadi.
- Semangat keteguhan berjuang dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh kaum Anshar patut menjadi teladan bagi umat Islam.
- Pemimpin yang baik selalu memberikan kata-kata motivasi yang mengingatkan pasukannya pada rida Allah dan mendoakan kebaikan bagi mereka.
