Shahih Bukhari Hadits 2912 - Kekayaan Hati Sejati
Kekayaan Hati Jauh Lebih Berharga Daripada Pemberian Materi
Shahih Bukhari : 2912
Shahih BukhariNomor Hadis 2912
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ تَغْلِبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمًا وَمَنَعَ آخَرِينَ فَكَأَنَّهُمْ عَتَبُوا عَلَيْهِ فَقَالَ إِنِّي أُعْطِي قَوْمًا أَخَافُ ظَلَعَهُمْ وَجَزَعَهُمْ وَأَكِلُ أَقْوَامًا إِلَى مَا جَعَلَ اللَّهُ فِي قُلُوبِهِمْ مِنْ الْخَيْرِ وَالْغِنَى مِنْهُمْ عَمْرُو بْنُ تَغْلِبَ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ تَغْلِبَ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِكَلِمَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُمْرَ النَّعَمِ وَزَادَ أَبُو عَاصِمٍ عَنْ جَرِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ يَقُولُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ تَغْلِبَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِمَالٍ أَوْ بِسَبْيٍ فَقَسَمَهُ بِهَذَا
'Amru bin Taghlab Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberikan (suatu pemberian) kepada suatu kaum dan tidak memberikan kepada kaum yang lain namun mereka seakan menunjukkan ketidak sukaannya kepada Beliau. Maka Beliau berkata: "Sesungguhnya aku memberi suatu kaum karena aku khawatir tentang ketidak tegaran dan ketidak sabaran mereka, dan aku akan selalu memberi makan kepada suatu kaum sampai Allah menjadikan dalam hati mereka kebaikan dan orang yang kaya hati di antara mereka adalah 'Amru bin Taghlab".Maka 'Amru bin Taghlab berkata: "Aku tidak senang jika ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadaku itu diganti dengan kekayaan yang sangat berharga".Dan [Abu 'Ashim] menambahkan dari [Jarir] berkata: Aku mendengar [Al Hasan] berkata: telah bercerita kepada kami ['Amru bin Taghlab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberikan harta atau tawanan lalu Beliau membagi-bagikannya atas dasar pertimbangan tadi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kebijakan dakwah diperbolehkan mendahulukan pemberian harta bagi mereka yang imannya masih butuh bimbingan.
- Kekayaan yang paling tinggi nilainya di mata Allah adalah hati yang merasa cukup (qanaah) dan iman yang kokoh.
- Pengakuan positif dari pemimpin atas kualitas iman seseorang jauh lebih memuaskan dibandingkan menerima hadiah materi.
