Shahih Bukhari Hadits 3175 - Penjelasan Nabi Tentang Makna Zalim dalam Al-Qur'an
Rasulullah Menjelaskan Dosa Syirik Kepada Para Sahabat
Shahih Bukhari : 3175
Shahih BukhariNomor Hadis 3175
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ { الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ } شَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّنَا لَا يَظْلِمُ نَفْسَهُ قَالَ لَيْسَ ذَلِكَ إِنَّمَا هُوَ الشِّرْكُ أَلَمْ تَسْمَعُوا مَا قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ { يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ }
Abdullah Diriwayatkan dari:
Ketika turun firman Allah Ta'ala yang artinya: (Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman) (QS. Al-An'am: 82), membuat kaum muslimin menjadi ragu lalu mereka berkata: "Wahai Rasulullah, adakah orang di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya?" Maka beliau berkata: "Bukan itu maksudnya. Sesungguhnya yang dimaksud dengan kezhaliman pada ayat itu adalah syirik.Apakah kalian belum pernah mendengar apa yang diucapkan Luqman kepada anaknya saat dia memberi pelajaran: ("Wahai anakku, Janganlah kamu berbuat syirik (menyekutukan Allah), karena sesungguhnya syirik itu benar-benar kezhaliman yang besar"). (QS. Luqman: 13).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Perbuatan syirik disamakan dengan kezaliman besar karena menempatkan hak ibadah kepada selain Allah.
- Rasulullah selalu hadir untuk menjelaskan makna Al-Qur'an yang sulit dipahami agar umat tidak keliru.
- Menjaga kemurnian ajaran tauhid adalah tiket utama meraih kedamaian dan rasa aman dalam beragama.
