Shahih Bukhari Hadits 3224 - Menjaga Rasa Malu dalam Islam
Sifat Malu Sebagai Warisan Ajaran Para Nabi
Shahih Bukhari : 3224
Shahih BukhariNomor Hadis 3224
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ عَنْ زُهَيْرٍ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ عُقْبَةُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ
Abu Mas'ud 'Uqbah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya diantara yang didapatkan manusia dari perkataan (yang disepakati) para Nabi adalah: 'Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.'"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasa malu adalah pondasi akhlak yang telah diajarkan secara turun-temurun oleh para nabi.
- Orang yang sudah putus urat malunya akan cenderung berbuat buruk semaunya tanpa merasa bersalah.
- Menjaga dan menumbuhkan rasa malu adalah cara terbaik untuk membentengi diri dari perbuatan tercela.
