Sunan Ibnu Majah Hadits 117 - Ali bin Abi Thalib Ash-Shiddiq Al-Akbar
Hadits Kesaksian Ali bin Abi Thalib Tentang Kedudukannya dalam Islam
Sunan Ibnu Majah : 117
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 117
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَنْبَأَنَا الْعَلَاءُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ الْمِنْهَالِ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ أَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَأَخُو رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا الصِّدِّيقُ الْأَكْبَرُ لَا يَقُولُهَا بَعْدِي إِلَّا كَذَّابٌ صَلَّيْتُ قَبْلَ النَّاسِ بِسَبْعِ سِنِينَ
'Abbad bin Abdullah Diriwayatkan dari:
[Ali] berkata: "Aku adalah hamba Allah dan saudara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku adalah Ash Shiddiq Al Akbar, tidak ada yang mengucapkannya setelahku kecuali seorang pendusta. Aku telah menegakkan shalat sebelum orang-orang, selama tujuh tahun."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ali bin Abi Thalib menegaskan statusnya sebagai hamba Allah dan saudara spiritual Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
- Gelar Ash-Shiddiq Al-Akbar dalam konteks ini dilekatkan pada diri Ali bin Abi Thalib sebagai orang yang mendahului dalam membenarkan risalah.
- Ali bin Abi Thalib termasuk di antara orang-orang pertama yang menegakkan ibadah shalat, bahkan disebutkan selama tujuh tahun sebelum orang banyak.
