Sunan Ibnu Majah Hadits 1528 - Pahala Qirath Shalat dan Mengubur Jenazah
Keutamaan Mengurus Jenazah: Raih Pahala Sebesar Dua Gunung Besar
Sunan Ibnu Majah : 1528
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1528
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَى جِنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ انْتَظَرَ حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ قَالُوا وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menshalati jenazah maka ia akan mendapatkan pahala satu qirath, dan barangsiapa menunggunya hingga dikuburkan maka ia akan mendapatkan pahala dua qirath. " Para sahabat bertanya, "Dua qirath itu berapa?" beliau menjawab: "Seperti dua gunung besar. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyolatkan jenazah seorang muslim mendatangkan pahala sebesar satu qirath.
- Menemani dan menunggu prosesi pemakaman jenazah hingga selesai memberikan tambahan pahala sehingga totalnya menjadi dua qirath.
- Besarnya pahala qirath diumpamakan oleh Nabi seperti ukuran dua gunung yang besar, menunjukkan kemurahan rida Allah.
