Sunan Ibnu Majah Hadits 1621 - Suasana Kota Madinah Saat Rasulullah Wafat
Hadits Sunan Ibnu Majah: Kondisi Madinah dan Hati Sahabat Saat Rasulullah Wafat
Sunan Ibnu Majah : 1621
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1621
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ الصَّوَّافُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي دَخَلَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ أَضَاءَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ أَظْلَمَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ وَمَا نَفَضْنَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَيْدِيَ حَتَّى أَنْكَرْنَا قُلُوبَنَا
Anas Diriwayatkan dari:
Pada hari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk kota Madinah, kota itu menyinari segala sesuatu. Maka pada hari ketika beliau wafat, kota itu menjadi gelap tak bersinar. Tangan kami belum bersih dari penguburan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, hati kami telah terasa hambar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kehadiran fisik Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah membawa cahaya dan kebahagiaan bagi seluruh kota.
- Wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membawa mendung kesedihan yang membuat suasana terasa gelap bagi para sahabat.
- Para sahabat langsung merasakan perubahan suasana batin dan kehampaan di dalam hati sesaat setelah memakamkan jenazah Nabi.
