Sunan Ibnu Majah Hadits 1623 - Persatuan Pandangan Sahabat di Masa Rasulullah
Hadits Ubay bin Ka'b tentang Berubahnya Arah Pandangan Setelah Nabi Wafat
Sunan Ibnu Majah : 1623
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1623
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ الْعِجْلِيُّ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّمَا وَجْهُنَا وَاحِدٌ فَلَمَّا قُبِضَ نَظَرْنَا هَكَذَا وَهَكَذَا
Ubay bin Ka'ab Diriwayatkan dari:
Ketika kami masih bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pandangan kami hanya satu, maka tatkala beliau meninggal kami memandang seperti ini dan seperti ini.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi pemersatu utama bagi fokus, pandangan, dan tujuan hidup para sahabat.
- Wafatnya Nabi muhammad membuka celah terjadinya perbedaan pandangan dan hilangnya kesatuan fokus yang mutlak di kalangan umat.
- Hadits ini memberikan isyarat awal tentang perubahan kondisi sosial-keagamaan setelah era kenabian berakhir.
