Sunan Ibnu Majah Hadits 1647 - Hitungan Dua Puluh Sembilan Hari
Metode Menghitung Hari Bulan Hijriah Dua Puluh Sembilan Hari
Sunan Ibnu Majah : 1647
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1647
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَعَقَدَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ فِي الثَّالِثَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [Bapaknya] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bulan itu begini, begini dan begini. " Pada kali ketiganya beliau menghitung dua puluh sembilan. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Satu bulan dalam kalender hijriah bisa diselesaikan dalam waktu dua puluh sembilan hari.
- Penyampaian hukum syariat secara visual oleh Nabi untuk menghindari kerumitan perhitungan bagi umat.
- Penetapan waktu ibadah didasarkan pada hitungan yang nyata dan kesaksian yang konkret.
