Sunan Ibnu Majah Hadits 1664 - Hukum Berbuka Puasa karena Mengira Hari Sudah Maghrib
Panduan Mengganti Puasa yang Keliru Berbuka Akibat Cuaca Mendung
Sunan Ibnu Majah : 1664
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1664
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ أَفْطَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ غَيْمٍ ثُمَّ طَلَعَتْ الشَّمْسُ قُلْتُ لِهِشَامٍ أُمِرُوا بِالْقَضَاءِ قَالَ فَلَا بُدَّ مِنْ ذَلِكَ
Asma` binti Abu Bakar Diriwayatkan dari:
Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kami tidak puasa di saat hari sedang mendung kemudian matahari terbit lagi, lalu aku berkata kepada Hisyam, "Apakah mereka harus mengqadla?" Hisyam berkata: "Itu sudah seharusnya. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jika seseorang terlanjur berbuka puasa karena menduga matahari sudah terbenam padahal belum, maka puasanya terhitung batal.
- Mengganti atau mengqadha puasa yang keliru dibatalkan sebelum waktunya adalah kewajiban yang harus ditunaikan.
- Kehati-hatian dalam menentukan waktu berbuka sangat penting, terutama saat cuaca mendung menghalangi pandangan.
