Sunan Ibnu Majah Hadits 1679 - Hadits Tentang Perkataan Kotor Saat Puasa

Ancaman Rasulullah Bagi yang Tidak Meninggalkan Perkataan Kotor Saat Puasa

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1679

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْجَهْلَ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَا حَاجَةَ لِلَّهِ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Abu Hurairah Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, bodoh dan melakukannya, maka Allah tidak butuh meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya. "

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Puasa menuntut seseorang untuk meninggalkan perkataan kotor, dusta, serta tindakan-tindakan bodoh.
  • Allah tidak menerima atau tidak membutuhkan puasa dari orang yang hanya menahan lapar dan haus namun tetap bermaksiat lewat lisannya.
  • Pentingnya menjaga akhlak dan kesucian batin selama menjalankan ibadah puasa agar pahala puasa tidak sia-sia.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami