Sunan Ibnu Majah Hadits 1793 - Aturan dan Kadar Zakat Sapi Menurut Hadits Mu'adz
Ketentuan Zakat Sapi: Panduan Utama Berdasarkan Hadits Mu'adz bin Jabal
Sunan Ibnu Majah : 1793
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1793
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عِيسَى الرَّمْلِيُّ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْيَمَنِ وَأَمَرَنِي أَنْ آخُذَ مِنْ الْبَقَرِ مِنْ كُلِّ أَرْبَعِينَ مُسِنَّةً وَمِنْ كُلِّ ثَلَاثِينَ تَبِيعًا أَوْ تَبِيعَةً
Mu'adz bin Jabal Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman dan memerintahkan aku untuk mengambil zakat, setiap empat puluh ekor sapi dengan seekor musinnah, dan setiap tiga puluh ekor sapi dengan seekor tabi' atau tabi'ah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nisab awal zakat sapi dimulai dari jumlah tiga puluh ekor.
- Setiap kelipatan 30 ekor sapi, zakatnya adalah seekor tabi' atau tabi'ah (umur satu tahun).
- Setiap kelipatan 40 ekor sapi, zakatnya adalah seekor musinnah (umur dua tahun).
