Sunan Ibnu Majah Hadits 1792 - Kewajiban Penarik Zakat Pulang dengan Keridlaan
Pesan Rasulullah: Penarik Zakat Harus Kembali dengan Membawa Keridlaan
Sunan Ibnu Majah : 1792
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1792
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْجِعُ الْمُصَدِّقُ إِلَّا عَنْ رِضًا
Jarir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seorang penarik zakat kembali kecuali dengan keridlaan. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Proses pemungutan zakat harus berjalan secara persuasif dan melahirkan keridlaan di antara kedua pihak.
- Petugas zakat dilarang bersikap kasar atau memaksa di luar ketentuan syariat yang sah.
- Keridlaan dari muzakki (pembayar zakat) menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan zakat yang berkah.
